JAKARTA (PT) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Agus Fatoni gantikan Ramses Limbong sebagai Penjabat Gubernur Papua yang digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin (7/7)
Sekedar diketahui, pelantikan ini untuk keempat kalinya bagi Agus Fatoni menjabat sebagai Pj Gubernur di Indonesia. “Ini adalah tugas negara, dan saya akan berusaha melaksanakannya sebaik mungkin,” ujar Fatoni kepada wartawan usai pelantikan.
Fatoni menegaskan komitmennya untuk menjaga jalannya roda pemerintahan di Papua, khususnya dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua yang akan segera pada 6 Agustus mendatang. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan penyelenggara Pemilu dan seluruh elemen masyarakat guna memastikan PSU berlangsung aman, lancar, dan sukses.
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Papua, jajaran TNI/Polri, kepala daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua elemen yang ada, mari kita sukseskan PSU dan bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai,” ucapnya.
Fatoni juga berpesan kepada ASN di lingkungan Pemprov Papua untuk tetap menjaga netralitas dan profesionalisme. Ia mengingatkan ASN agar tidak terlibat dalam politik praktis dan terus bekerja demi kepentingan masyarakat. Usai pelantikan, Fatoni menyampaikan bahwa dirinya akan segera bertolak ke Jayapura untuk langsung memulai tugasnya sebagai Pj Gubernur. “Tidak ada waktu untuk santai. Kita langsung tancap gas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal pengelolaan APBD Papua, menurutnya, program yang tidak menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akan ditinjau ulang, dan anggaran akan difokuskan pada program prioritas yang mendorong kesejahteraan rakyat “Kalau kita ingin Papua maju dan masyarakatnya sejahtera, maka indikator lainnya harus tercermin dalam penggunaan anggaran. Hal-hal yang tidak penting akan kita pending, dan kita akan fokus pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelas Fatoni.
Menanggapi potensi konflik dalam PSU, Fatoni menyatakan bahwa pihaknya telah mempelajari situasi dan menerima berbagai masukan dari banyak pihak. Namun, ia menyebut situasi keamanan Papua hingga saat ini masih terkendali. “Dalam arahan Pak Mendagri memang disampaikan ada potensi konflik. Tapi sejauh ini kita bersyukur, Papua tetap dalam keadaan aman dan damai. Mudah-mudahan ini terus terjaga,” pungkasnya. (Dian)



























