JAYAPURA – Sekretaris Daerah Provinsi Papua, TEA. Herry Dosinaen, SIP, MKP mengapreasiasi kinerja ASN di Kabupaten Nabire mengalami perkembangan dan prestasi yang sangat luar biasa.

“Meskipun dari jumlah pegawai yang begitu banyak tidak semua bisa menduduki jabatan strategis. Dimana masih banyak yang menjadi staf meskipun memeliki pangkat yang tinggi, tetapi saya merasa bangga pada pagi ini semua hadir. Hal ini sudah menunjukan. Inilah disiplin yang harus dilaksanakan,”ungkap Sekda dalam arahannya pada apel gabungan yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Nabire, Kamis (27/7/2017).

Pada kesempatan tersebut, Sekda Papua meluangkan waktu bersilaturahmi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Kabupaten Nabire. Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap Nabire yang merupakan tempat pertama dirinya menempah hidup sebagai ASN dengan memegang mesik ketik untuk pertama kalinya.

“Saya tidak pantas mengambil apel pagi ini, tetapi saya pribadi merasa bangga karena di kabupaten inilah saya dibesarkan. Disini banyak senior saya dan saya menempah hidup saya dengan memegang mesin ketik pertama kali di pemerintahan disini,”katanya.

Ia menjelaskan, dengan kehadiran di apel pagi sudah menunjukan, ASN yang ada di pemerintahan Kabupaten Nabire siap menjaga NKRI dan daerah ini serta siap melaksanakan tugas-tugas pokok serta fungsi dengan baik.

“Ketika berbicara disiplin, kita tidak terlepas dari kesejahteraan pegawai. Saya yakin dan percaya teman-teman semua dengan tugas puluhan tahun dengan pangkat yang tinggi (golongan IV) tetapi gaji baru 5-6 juta, ketika disesuaikan dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari maka sangatlah sedikit,”terangnya.

“Tidak sedikit pegawai yang terpaksa mengambil kredit dan ini sudah saya paparkan di depan KPK bahwa kondisi nyata ASN seperti ini, apalagi yang bertugas di Papua dengan harga kebutuhan yang lebih tinggi, tentu tidak sebanding dengan apa yang menjadi hak kita,”tambahnya.

Dengan kondisi ini, ujar Sekda Hery, ada langkah-langkah yang harus di ambil, tetapi semua bisa terjawab apabila semua pimpinan daerah mempunyai komitmen, diantaranya harus bisa mensejahterakan semua pegawai.

“Kesejahteraan tercipta dengan membuat regulasi-regulasi daerah yang tentunya mengakomodir keseahteraan pegawai. Ini sedang diperjuangkan, memang agak sangat berat tetapi kalau tidak segera dimulai, sampai kita matipun tidak akan terjadi,”ucapnya.

“Mengenai hal ini saya sudah paparkan di kantor KPK beberapa waktu lalu, nanti semua kabupaten/kota kami akan undang untuk bagaimana mengaplikasikan.Akan ada perbaikan penghasilan ASN, tentu pendanaannya dari dana alokasi umum,”sambungnya.

Agar berjalan maksimal, lanjut Sekda Hery, Gubernur Papua akan intervensi pemerintah daerah (bupati dan walikota) untuk melihat hal ini secara serius terutama sebagai ASN, karena ketika para pimpinan berteriak mengenai masalah disiplin, tetapi tidak sebanding dengan apa yang menjadi kebutuhan, dirinya yakin kedisiplinan para pegawai akan menurun.

“Ini indikator yang harus dilihat, muda-mudahan kedepan ada hal-hal yang lebih nyata untuk diperoleh setiap pegawai. Tetapi kembali lagi ini menjadi komitmen pimpinan daerah masing-masing,”tandasnya. (ing/rm)

LEAVE A REPLY