MEDAN – Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua, DR. Yunus Wonda, SH, MH memaparkan kesiapan Provinsi Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 dalam Rapat Koordinasi KONI Se-Sumatera di Le Polania Hotel dan Convention, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/11/2017).

Dalam pemaparannya, Yunus Wonda mengatakan, Pemprov Papua bersama Pengurus Besar PON terus menggesa persiapan untuk menunjang perta olahraga nasional itu.

“Kita terus berupaya dan kini persiapan secara keseluruhan terus berjalan, dan kedatangan kami ke Medan untuk menyampaikan bahwa Papua sudah siap menjadi tuan rumah PON. Pembangunan sarana infrastruktur sedang dilakukan, sehingga momen Rakor ini, kami ingin sampaikan bahwa jangan lagi ada keraguan, PON di Papua pasti terlakasana,” tegasnya dihadapan peserta Rakor Koni.

Dikatakan, tepat bulan September tahun 2020, Papua akan menggelar event olahraga PON XX 2020, setelah itu, Papua kembali akan menjadi tuan rumah Pekan Paralympic Nasional (Peparnas).

Terkait dengan progres pembangunan venue stadion utama Papua Bangkit di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, katanya, sudah hampir 30 persen dan stadion satu-satunya di Indonesia yang memenuhi standar FIFA. Stadion ini akan dilaksanaan pembukaan dan penutupan perhelatan olahraga empat tahun tersebut.

Yunus menyatakan, PB PON Papua kedepan juga akan melakukan sosialiasi kepada KONI Se-Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

“Kita akan road show ke Koni daerah lain, jangan ragu dengan Papua, karena kita sudah siap menyelenggaran PON,” ujar Yunus.

Selain itu, kata Yunus Wonda, belajar dari PON sebelumnya, banyak venue yang mubasir. Dengan demikian, venue PON Papua akan dihibahkan ke TNI/Polri, Universitas maupun Kabupaten/Kota.

“Sejumlah venue PON Tahun kita bangun di areal milik TNI/Polri maupun Universitas, sehingga selesai PON akan kita hibahkan, sehingga tentunya akan lebih bermanfaat nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Yusuf Yambe Yabdi pemaparan progres terkini kesiapan venue PON yang sudah dibangun dan dalam pelaksanaan di lima wilayah peyelanggara, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak, Merauke, Mimika dan Jayawijaya.

Yusuf mengatakan, progres pembangunan stadion utama Papua Bangkit hingga saat ini sudah mendekati 30 persen, dan sesuai kontrak akan selesai bulan Desember 2018 mendatang.

Menurutnya, Pemerintah Pusat akan membantu Papua dalam membangun lima venue PON yang dikerjakan tahun 2018. Kelima venue tersebut adalah aquatik, lapangan hockey Indoor, Istora Papua Bangkit, kriket dan kolam renang. Dengan demikian, masalah pembangunan infrastruktur sudah tuntas.

“Kami berharap seluruh pembangunan venue PON sudah selesai akhir 2018 dan pada 2019 bisa dilakukan uji coba,” harapnya.

Sementara itu, disela-sela Rapat Koordinasi KONI Se-Sumatra, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis mewakili KONI di Pulau Sumatera sepakat mendukung Papua sebagai tuan rumah PON 2020.

“KONI di Pulau Sumatera akan mendukung penuh Papua, apabila ada kekurangan saat pelaksaan PON nanti kita harus maklumi kekurangan yang dimiliki Papua,” katanya.

Menurutnya, setiap pelaksaan PON pasti selalu ada kekurangan, PON Jawa Barat saja banyak pihak menilai masih amburadul. “kita KONI se Sumatera mendukung dan menerima jika dalam pelaksanaan PON di Papua nantinya ada kekurangan disana sini,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Jhon Lubis juga berharap, KONI Papua dapat memberikan dukungan kepada Sumut-Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. “pada pertemuan ini, kami minta dukungan dari Papua agar Aceh-Papua bisa menang Bidding (Pemilihan) PON 2018,” harapnya.

Tutur hadir pada Rapat Koordinasi Koni Se-Sumatera yakni Plt. Sekda Sumut Ibnu S Hutomo, Staff Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Pembangunan Nurdin, SH, M.Hum, Kepala-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Se-Provinsi Sumatera dan Ketua serta Sekteraris KONI Se-Sumatera. (lam/rm)

LEAVE A REPLY