JAYAPURA – Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa, AKs, S.Sos secara resmi melaunching operasional KMP Mamberamo Foja di Dermaga Sarmi, untuk melayani masyarakat Mamberamo Raya.

KMP Mamberamo Foja jenis Kapal penyeberangan atau kapal Ferry kelas 200 GT merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI kepada masyarakat Mamberamo Raya yang dikategorikan sebagai daerah terpencil dan terisolir serta akan melayani rute Sarmi-Mamberamo Raya atau sebaliknya.

“Jadi, kapal ini bisa melayani penumpang dan angkutan barang. Untuk kapasitas penumpang bisa ratusan orang yang dilengkapi tempat tidur, begitupun bisa mengangkut barang atau kendaraan,” kata Bupati Dasinapa, di Jayapura, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, KMP Mamberamo Foja ini sangat cocok untuk melayani daerah Mamberamo Raya. Meski belum ada dermaga, namun bisa langsung menurunkan barang dan penumpang ke darat.

Namun ia mengakui jika selama ini, masyarakat Mamberamo Raya mengalami kesulitan dalam transportasi laut atau sungai maupun pesawat udara. Apalagi, tiket pesawat masih mahal, meski salah satu maskapai, Dimonim sudah ada program subsidi, namun maskapai lain belum ada subsidi.

“Kesulitan transportasi ini, telah direspon oleh pemerintah pusat melalui Menteri Perhubungan yang telah memberikan kapal ini. Memang waktunya lama, dari mulai kerja di galangan kapal yang ada di Semarang hingga dikirim ke Papua dan sempat tertahan cukup lama di Biak hampir 6 bulan, baru kemarin itu mereka bawa kapal itu ke Sarmi untuk dibawa ke Mamberamo Raya,” jelasnya.

Untuk itu, dengan hadirnya KMP Mamberamo Foja itu, pihaknya berharap SKPD juga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sifatnya pemberdayaan, sehingga masyarakat bisa kreatif menggunakan potensi mereka untuk kapal itu dimanfaatkan dengan baik membantu masyarakat, termasuk membantu pihak ketiga.

“Jangan sampai dengan adanya kapal ini, harga barang tetap naik terus. Kalau bisa pihak ketiga membantu menurunkan harga barang atau menjaga inflasi, sehingga lebih terjangkau,” ujarnya.

Bupati Dasinapa mengajak semua stakeholder melihat Mamberamo Raya sebagai bagian dari NKRI untuk dibangun oleh siapa saja, tidak ada pembatasan etnis atau suku, tapi terbuka bagi siapa saja yang ingin bersama-sama membangun Mamberamo Raya.

“Saya harap masyarakat setempat untuk tidak diskriminasi, tapi mari bersatu bersama-sama membangun Mamberamo Raya,” pungkasnya. (ara/rm)

LEAVE A REPLY