JAYAPURA (PT) – Pemerintah Provinsi Papua meminta Orang Asli Papua (OAP) yang bergerak di bidang pertanian di kabupaten/kota Se-Papua agar melakukan pendataan.

Hal ini diungkapkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Papua, Drs. Elia I Loupatty, MM kepada wartawan disela-sela pembukaan Forum OPD Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Kamis (15/3/2018).

“OAP yang bergerak dibidang pertanian khususnya sektor tanaman pangan dan hortikulkura harus didata,” terangnya.

Pendataan petani OAP ini sejalan dengan Instruksi Gubernur yang meminta Bupati/Wali Kota Se-papua agar melakukan pendataan terhadap OAP, sebab jika sudah terdaftar tinggal fokuskan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Kalau sudah didaftar, kira-kira kita mau mulai darimana sesuai kondisi daerah. Sebab tidak bisa kita sama ratakan melainkan kita harus sesuaikan dengan kondisi wilayah,” terangnya.

Menurutnya, pedataan petani OAP tidak sulit, dimana Dinas TPH di Kabupaten/Kota bisa turun ke distrik-distrik dan kampung melaksanakan kegiatan atau apapun untuk sekalian mendata para petani OAP ini.

“Staf-staf didaerah itu jangan cuma duduk-duduk dikantor, sekali-sekali TURUN ke kampung-kampung supaya memperoleh data yang baik terkait petani OAP,” katanya lagi.

Mereka, lanjutnya data-data terkait petani OAP ini bisa segera didapatkan, bukan semata-mata untuk menolog pemerintah daerah setempat atau Pemprov Papua, melainkan menolong saudara-saudara kita OAP.

Setelah nanti ada data petani OAP kataLoupatty, diskuinys, diharapkan kegiatan tahunan di Dinas TPH Papua harus membina dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka, agar hasil pertanian mereka dapat berkembang.

“Yang namanya orang bekerja itu memang susah, makanya harus mencari cara dengan media pendampingan, walaupun misalnya orang lain kita perintah dari nilai 10 mendapat nilai 8, kalau teman-teman nanti mendata OAP misalnya hanya mendapat nilai 4 tidak papa, jangan putus asa,” imbuhnya.

“Suatu saat pasti data itu akan tercapai, paling tidak bekerja dulu, jangan belum bekerja tapi sudah merasa susah, kalau diawal sudah merasa susah, jangan jadi kepala dinas,” tandasnya. (ing/fm)

LEAVE A REPLY