JAYAPURA (PT) – Polda Papua semakin meningkatkan pengamanan pasca rangkaian teror bom bunuh diri di Surabaya.

Masyarakat diminta bisa bekerjasama dengan keamanan jika melihat hal-hal mencurigakan.

Waka Polda Papua, Brigjen Pol. Yakobus Marjuki kepada wartawan menerangkan, untuk mengantisipasi kejadian terorisme di Surabaya, Kapolri Jendral. Tito Karnavian memberi arahan kepada masyarakat dan seluruh anggota Polri tetap tenang dalam menghadapi terorisme.

“Tidak boleh panik, karena tujuan terorisme itu untuk membuat masyarakat panik. Diharapkan masyarakat bisa memberikan informasi, artinya pengawasan masyarakat di lapangan bisa membantu Polri jika melihat hal-hal mencurigakan,” terangnya

Marjuki menambahkan, masyarakat juga diharap tak melabeling terorisme dari agama tertentu.

Menurutnya, teroris hanya memanfaatkan agama dan masyarakat tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan agama tertentu.

“Terorisme itu semua agama menolak, ini yang perlu kita cermati bersama. Kita akan meningkatkan pengamanan internal di masing-masing Polda karena terorisme itu sasarannya Polri yang melakukan penanggulangan terutama anggota Densus di lapangan,” jelasnya.

Selain meningkatkan pengamanan di Mako Polda pengamanan juga ditingkatkan di tempat ibadah baik itu di gereja maupun di masjid.

“Kita akan serahkan kepada Kapolres di back-up Polda bersama TNI untuk mengamankan kegiatan yang ada di Papua ini,” paparnya.

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau tidak membawa tas besar pada saat mau melakukan ibadah, agar lebih memudahkan pengawasan orang-orang yang diduga membawa bom.

Ia menambahkan, potensi terorisme masuk di Papua sangatlah kecil, untuk itu, masyarakat tak perlu takut dan panik tapi bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

“Jika ada yang mencurigakan silahkan lapor ke Polri. Yang penting masyarakat tidak main hakim sendiri dan mengeluarkan statemen yang dapat menimbulkan kelompok itu bermain di Papua,” tandasnya. (jul/dm)

LEAVE A REPLY