JAYAPURA (PT) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sudah menyelesaikan hak-hak mahasiswa Papua, yang tengah menjalani studi di luar negeri terutama di Amerika Serikat.

“Bantuan bagi mahasiswa yang ada di luar negeri tidak ada masalah, anggaran sudah dicairkan sejak tanggal 28 Desember 2018,” kata Sekda Papau, TEA Hery Dosinaen kepada wartawan, Kamis (10/1).

Sekda Hery Dosinaen mengaku sudah memanggil Kepala Biro Otsus dan dari keterangannya, hak-hak mahasiswa Papua yang studi di luar negeri sudah diselesaikan.

“Intinya, semua hak sudah dibayarkan. Jadi, tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi III DPR Papua, Carolus K Bolly mengatakan, dana Beasiswa mahasiswa Papua sebesar Rp 48 miliar lebih sudah dicairkan oleh Biro Otsus Setda Papua. Namun, belum bisa langsung ditransfer, karena libur akhir tahun 2018.

Untuk itu, Carolus Bolly mengimbau kepada anak-anak Papua yang sementara penempuh pendidikan di luar negeri, agar bersabar sampai dana masuk untuk membayar semester maupun uang saku mereka.

Sebelumnya, Yves Papare orangtua atau ayah kandung dari Yvette Helene Papare, bersama 6 mahasiswa Papua yang tengah studi George Mason University di Virginia, USA membuat pernyataan terbuka kepada masyarakat luas, media massa dan group Whatsapp maupun media sosial lainnya.

Namun, belakangan Yves Papare kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Biro Otsus Setda Papua.

Ia mengaku jika surat terbuka yang dikirimkan untuk meminta pertolongan dari Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda kepada anaknya dan rekan-rekannya yang studi di George Mason University di Virginia USA, 4 Januari 2019, diluar dugaan telah beredar luas di ruang publik yang kemudian telah menimbulkan kontroversi dan munculnya berbagai komentar miring dan negatif dari banyak pihak kepada Biro Otsus Papua.

“Atas hal itu, dengan sangat menyesal dan penuh rasa bersalah saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kepala Biro Otsus Papua beserta seluruh jajarannya dan melalui pernyataan terbuka ini saya ingin memulihkan nama baik Kepala Biro Otsus Papua dan seluruh jajarannya dengan cara apapun juga,” katanya.

Menurutnya, pada Senin, 7 Januari 2019 pada jam 10:20 WIT, ia telah datang menghadap Kepala Biro Otsus Papua dan telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Biro Otsus Papua telah membayar dana beasiswa untuk seluruh items kepada anaknya dan rekan-rekannya di George Mason University di Virginia USA.

“Mereka ada dalam keadaan aman dan sama sekali tidak terancam deportasi, sehingga isi surat saya kepada Ketua DPRP Bapak Yunus Wonda, saya nyatakan keliru dan sungguh-sungguh saya cabut,” ujarnya.

Bahkan, Yves Papare mengapresiasi Kepala Biro Otsus Papua dan seluruh jajarannya yang telah berjerih-lelah bekerja dengan sungguh-sungguh siang dan malam untuk kepentingan pengembangan dan kemajuan SDM Papua, baik itu pelajar dan mahasiswa Papua yang ada tersebar di dalam negeri maupun di luar negeri. (lam/rm)

LEAVE A REPLY