JAYAPURA (PT) – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis  Seluruh Indonesia (PBSI) bersama KONI Papua telah mencapai kesepakatan dengan mantan pelatih Tim Nasional Jepang, Rionny Mainaky .

Kedatangan Rionny bisa membangkitkan skuat Bulu Tangkis Papua pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Rionny Mainaky adalah pelatih yang memimpin Timnas Jepang selama 20 tahun dan sekarang ini beberapa pemain Jepang mendominasi olahraga tepok bulu angsa tersebut.

Ketua PBSI Provinsi Papua, Max Olua mengatakan sebagai tuan rumah PON, PBSI Papua tentu punya target merebut medali emas.

Oleh karena itu, PBSI dibantu KONI Papua merekrut pelatih Rionny Mainaky.

Max mengaku, saat ini ada 13 atlet Papua yang menjalani latihan diluar Papua.

“Dari yang kouta kita punya putra 8 atlet dan 5 putri dinomor tunggal dan ganda” kata Max Olua kepada pers di Jayapura, Senin (5/8).

Menurutnya, pihaknya mengutamakan atlet-atlet Papua asli.

Namun, dalam merekrut atlet ada beberapa kategori, pertama anak-anak asli Papua, dimana hanya dapatkan satu atlet di Kabupaten Biak.

Kemudian, merekrut atlet Labepa (lahir besar Papua), alhasi mendapatkan Chico Aura Dwi Wardoyo dan rekan-rekannya.

Max mengatakan, pebulutangkis Papua saat ini menjalani latihan dengan klub di luar Papua, hal itu mengingat atletnya diharuskan mengikuti sejumlah kejuaraan/turnamen di tingkat Nasional yang menentukan grade/peringkat secara Nasional.

“Mereka ini sudah masuk di tingkat Nasional, kalau mereka tidak ikut bisa kena sanksi jadi tidak bisa ganggu itu agenda PBSI secara Nasional harus jalan terus,” ujarnya.

Max menambahkan, Rionny Mainaky saat ini dipercayakan memegang sektor tunggal putri Indonesia yang akan berjuang di Sea Games 2019.

“Berstatus sebagai pelatih baru tunggal putri Indonesia, maka, kita lebih mengutamakan kepentingan Nasional, tetapi dia tetap berkomunikasi dengan asistennya untuk program latihan, nanti Sea Games selesai Rione akan datang ke Papua” pungkasnya. (lam/rm)

LEAVE A REPLY