JAYAPURA (PT) –  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua mengadakan Pelatihan Sumber Daya Manusia Penyedia Layanan terkait dengan Aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA).

Pelatihan ini dilaksanakan disalah satu hotel di Kota Jayapura diikuti perwakilan dari Polresta Jayapura, Polda Papua, Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura Serta beberapa LSM lainnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara pelatihan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan, saat ini hampir di semua daerah banyak dihadapi berbagai kasus tindak kekerasan yang korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

“Dimana, kita bisa melihat bahwa korban kekerasan di tanah Papua lebih khusus Kota Jayapura sangat tinggi sekali dan menjadi kendala kami terkait dengan data yang tidak akurat

Oleh sebab itu, kata Anike Rawar, pihaknya mengumpulkan beberapa mitra untuk pelatihan ini, dengan tujuan untuk mengakomodir data pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak secara online.

“Aplikasi ini dinamakan SIMFONI (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) dan bisa diakses di www.kekerasan.kemenpppa.go.id. Jadi, semua data akan terintegrasi. Mulai dari rumah sakit, Unit PPA dan LSM yang bekerja dengan kami dan ini sangat penting sekali supaya penanganan bisa ditangani dengan baik, hingga ke tindakan efek jera bagi pelaku,” jelasnya.

Anike Rawar mengharapkan, pada aplikasi ini dapat diakses oleh semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten serta kota secara up to date, riil time dan akurat.

Kegiatan pelatihan Simfoni-PPA tahun 2019 ini sepenuhnya dibiayai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak. “Kami ucapkan terima kasih yang bisa menfasilitasi dan membuat kegiatan ini bagi kami di Papua,” pungkasnya. (lam/sri)

LEAVE A REPLY