Suasana pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua dan Tim Pusat Data dan Teknologi Kemenkes RI

JAYAPURA (PT) —Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Provinsi Papua dan Tim Pusat Data dan Teknologi Kemenkes RI bekerjasama mendorong sistem aplikasi PON XX dan Peparnas XVI terintegrasi dengan sistem aplikasi peduli lindungi.

“Kita baru saja melakukan pertemuan dengan tim pusat data dan tteknologi Kemenkes RI, dimana dalam pertemuan ini ada pembahasan integrasi sistem aplikasi PON dan Peparnas Papua dengan sistem aplikasi peduli lindungi,” jelas Kadis Kominfo Papua, Jeri A. Yudianto melalui ponselnya, Rabu (28/7).

Dikatakan, sistem aplikasi peduli lindungi ini bertujuan membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan penyebaran Covid-19.

Sehingga bisa mendorong adanya integrasi supaya bisa membantu menghentikan laju penyebaran maupun tracing Covid-19, saat PON dan Peparnas.

Jeri menambahkan, sistem aplikasi peduli lindungi saat ini sudah diunduh jutaan orang di Indonesia.

Oleh karenanya, platform digital ini dinilai sangat cocok berintegrasi dengan sistem aplikasi PON dan Peparnas.

Sebab memiliki semangat yang sama, yakni untuk mengontrol penyebaran Covid-19 saat penyelenggaraan multievent nasional tersebut.

“Belum lagi ada syarat bagi kontingen, panitia pelaksana, awak media ataupun pendukung lainnya, untuk bisa masuk pada venue atau pun non venue PON XX dan Peparnas XVI, dimana harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada pada masa pandemi Covid-19,” katanya.

Ia berharap integerasi tersebut sudah dapat dilakukan pada minggu ketiga di bulan Agustus 2021 mendatang atau sebelum tahapan Delegation Registration Meeting (DRM) PON XX Papua, sehingga upaya pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 saat PON dan Peparnas bisa dilakukan lebih maksimal.

Meski demikian, Jeri belum bisa memastikan kapan waktu integrasi sistem aplikasi itu mulai berjalan, tapi dia mendorong secepatnya, mengingat waktu pelaksanaan multi event olahraga nasional itu tinggal menghitung hari. (fil/rm)

LEAVE A REPLY