MAMTENG (PT) – Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) telah resmi menuntup akses dua pintu utama masuk ke kabupaten itu sejak 30 Maret hingga 31 April 2020.

Langkah itu diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 (virus Corona) yang sudah masuk ke Provinsi Papua.

Penutupan akses keluar masuk ke Kabupaten Mamberamo Tengah, diikuti dengan pemberian sembako sebanyak 60 ton beras, 2.000 karton mi instan dan 300 karton minyak goreng kepada masyarakat di 5 distrik masing-masing Kobakma, Eragayam, Kelila, Ilugwa dan Megambilis.

Penyaluran sembako berupa beras, mi instan dan minyak goreng bagi masyarakat 15 kampung di Distrik Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si kepada para kepala kampung di Kobakma, Selasa, 7 April 2020 kemarin.

Bupati RHP sapaan akrab Ricky Ham Pagawak mengatakan, dengan menutup akses keluar masuk ke Kabupaten Mamberamo Tengah, maka pemerintah daerah mempunyai tanggungjawab untuk memberikan makan masyarakat yang ada di 5 distrik.

Diakuinya, tidak bisa hanya menutup akses keluar masuk, tanpa memberikan makan rakyat sebagai imbas dari penutupan pintu masuk.

“Hari ini, secara resmi kami pemerintah bersama TNI-Polri dan DPRD membagikan bahan makanan berupa beras,mi instan, dan minyak goreng untuk masyarakat 5 Distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah, dimulai dari Distrik Kobakma yang terdiri dari 15 kampung,” ujarnya.

“Beberapa hari sebelumnya bantuan makanan yang sama telah disalurkan untuk masyarakat 4 kampung di Distrik Megambilis,” tambahnya.

Distrik Megambilis sendiri merupakan distrik yang berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya.

Untuk sampai ke distrik ini hanya menggunakan pesawat kecil.

Menurut Bupati RHP, setelah pembagian bantuan bahan makanan di Distrik Kobakma, maka besoknya akan dilanjutkan di Distrik Eragayam dan Ilugwa.

“Bahan makanan untuk masyarakat Distrik Kelila, akan diberikan pada Kamis, 9 April 2020,” katanya.

Bupati mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi ke keluar Kabupaten Mamberamo Tengah untuk kepentingan apapun, kecualii untuk pembangunan infrastruktur dan bahan makannan sebab pemerintah sudah menyediakan makanan yang cukup.

”Untuk pedagang hanya diperbolehkan mengambil bahan sembako seminggu sekali, dan tidak diperkenankan menaikan harga, jika ditemukan yang sengaja menaikan harga, maka akan kios maupun toko yang bersangkutan akan langsung ditutup,” katanya.

Dia menegaskan, bantuan bahan makanan itu akan terus diberikan kepada masyarakat di 5 distrik selama hingga penutupan akses ini berakhir pada 31 April mendatang.

Bupati menuturkan, informasi terbaru menyebutkan beberapa kabupaten tetangga sudah ada yang masuk dalam orang dalam pengawasan (ODP), maka pihaknya selaku kepala daerah akan menjaga agar masyarakat Mamberamo Tengah terhidar dari virus Corona.

“Rakyat kami sudah sedikit, kami tidak mau rakyat terpapar virus ini. Apalagi budaya masyarakat bebas, dan hidup hari-hari yang sangat terbuka, maka bisa saja virus ini masuk, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kami memberlakukan penutupan akses jalan masuk dan karantina masyarakat,” imbuhnya.

Perwakilan 15 Kepala Kampung Distrik Kobakma Salmon Elabi, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberikan bahan makanan untuk rakyat yang ada di 15 kampung selama karantina ini berlangsung.

Salmon yang juga Kepala Kampung Kobakma mengatakan, bahan makanan ini akan diatur dengan baik agar semua kepala keluarga yang ada di masing-masing kampung bisa mendapatkannya.

Menurutnya, masyarakat akan mendengar apa yang sudah disampaikan pemerintah tentang bahaya virus corona, agar terhindar dari penyebaran virus ini. (Humas/rm)

LEAVE A REPLY