JAYAPURA (PT) – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan berlangsung di Provinsi Papua, pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Untuk memastikan persiapan terkait sarana prasarana dan infrastruktur pendukung, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar rapat koordinasi monitoring PON melalui teleconference, Selasa, (23/6).

Video teleconference yang dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Madya Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay dihadiri Wakil Ketua Umum Koni Pusat, Suwarno, Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan, Chandra Bhakti, Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, Asisten II Sekda Papua, M. Musa’ad, Kadis Kominfo, Jery A Yudianto, Koordinator Bidang TIK PB PON, Kansiana Sale dan Wakil Sekretaris PB PON Bidang Humas dan PPM, Kadkis Matdoan.

Tenaga Ahli Madya Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay mengatakan, persiapan PON Papua perlu dikoordinasikan secara intens oleh semua pihak, sehingga pelaksanaan pesta olah raga terbesar di tanah air ini berjalan dengan sukses.

“Walaupun saat ini masih menghadapi wabah virus coroan, tetapi koordinassi terkait persiapan penyelenggaraan tetap berjalan,” katanya.

Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Suwarno, memastikan KONI telah mengimbau kepada atlet dan pelatih untuk mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona alias Covid-19.

“KONI Pusat mendukung keinginan Kemenpora agar seluruh pengurus cabor (cabang olahraga) bisa menjalankan latihan semasa pandemi virus Corona. Apalagi, pemerintah sudah merencanakan new normal di beberapa daerah,” ucap Suwarno.

Selain itu, KONI Pusat mengusulkan perubahan nama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 menjadi PON XX Tahun 2021 karena dilaksanakan pada 2021.

“Perubahan nomenklatur merujuk pada tahun pelaksanaan PON Papua yang mundur hingga setahun, dari sebelumnya dijadwalkan bergulir 20 Oktober hingga 2 November 2020. Waktu penyelenggaraan PON XX diambil pada tanggal 2-13 Oktober 2021,” terangnya.

Selain perubahan nama dan jadwal, pertemuan CdM, dan entry by name (pendaftaran atlet) menbahas soal batasan usia, KONI Pusat memilih untuk tidak melakukan perubahan.

Atlet yang berangkat ke PON 2021 sesuai dengan hasil kualifikasi pada 2019.

Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan, Chandra Bhakti mengatakan, Kemenpora tetap mendukung pelaksanaan PON dan Peparnas di Papua dengan beberapa program kerja yang sudah dibuat.

Dimana, pada bulan Juli mendatang, Kemenpora sudah melakukan lelang peralatan, oleh karena itu, diharapkan pemerintah provinsi Papua segera menyiapkan gudang peralatan.

Sementara itu, Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda menyampaikan, persiapan PON tetap berjalan disaat wabah corona saat ini.

Dikatakan, PB PON lebih fokus pada akomodasi, walaupun kami sudah hitung hotel yang ada di kota cukup, tetapi pihak hotel tidak melepaskan 100 persen kamar yang tersedia.

“Pihak hotel hanya melepas 70% kamarnya, sehingga kita harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kekurangan akomodasi tersebut,” ucapnya.

Dia mengatakan, PB PON beberapa waktu lalu sudah teken MoU dengan TNI/POLRI.

Kemudian dalam waktu dekat akan teken MoU lagi dengan asrama-asrama mahasiswa maupun rumah kos yang memenuhi standar pelayanan hotel bintang tiga.

“Kami optimis pasti semua akomodasi bisa terselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan mengenai gudang penyimpanan paralatan saat ini baru ada satu di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, oleh karena itu, PB PON akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk membangun dua atau tiga gudang peralatan di Jayapura.

Untuk pembangunan gudang peralatan ini, kamu akan mengusulkan untuk sewa lahan.

“Jadi, yang bisa kita lakukan sekarang adalah sewa lahan. Dengan bangun 2 gudang dengan kapasitas yang besar, saya rasa sudah cukup. Karena semua peralatan harus masuk gudang khususnya gudang di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura karena pengunaan pralatan banyak klaster Jayapura,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Alex Kapisa, mengatakan progres pembangunan venue PON Papua rata-rata sudah 95 persen, kecuali yang sifatnya sementara (temporary).

Kadisorda menyebutkan, venue yang bersifat temporary baru disiapkan menjelang pelaksanaan PON Papua nanti.

“Jadi, venue yang sifatnya sementara masih nol persen,” imbuhnya.

“Secara keseluruhan venue PON akan rampung tahun ini, sehingga tahun 2021 kita lebih fokus pada kegiatan penyelenggara,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ada pergesaran satu venue di klaster Jayapura, yakni cabor Rugby.

“Kita sudah survei beberapa tempat dan sudah sepakat cabor ini venuenya berada di lapangan Trikora Abepura, rumputnya nanti menggunakan rumput sintetis,” ucapnya. (lam/rm)

LEAVE A REPLY