JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengakui sebanyak 38 orang meninggal dunia di 8 kampung di Distrik Samanege, Kabupaten Yahukimo yang terjadi sejak bulan Maret silam. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Selasa (27/9/2017).

“Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kejadian kematian warga di distrik Distrik Samanege Kabupaten Yahukimo,”ungkapnya.

Dikatakan, Dinkes Papua telah melakukan cross check terhadap kebenaran kematian 38 warga tersebut.

”Memang benar ada warga yang meninggal dunia. Itu terjadi tidak secara mendadak, tetapi merupakan akumulasi kematian sejak bulan Maret 2017,”katanya.

Menurutnya, dari 38 warga yang meninggal tersebut, laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan sebanyak 16 orang. Dimana yang meninggal di Kampung Semenege sebanyak 10 orang, Kampung Ison sebanyak 6 orang, Kampung Aspopo sebanyak 3 orang, Kampung Hugilokon sebanyak 6 orang, Kampung Muke sebanyak 3 orang, Kampung Haleroma sebanyak 3 orang, Kampung Notnare sebanyak 5 orang dan Kampung Hirin sebanyak 2 orang.

“Jika kita lihat berdasarkan usia maka untuk usia 0-5 tahun sebanyak 7 orang, 6-16 tahun sebanyak 3 orang, 16-25 tahun sebanyak 6 orang dan 26-60 tahun sebanyak 22 orang,”tuturnya.

Kemudian ketika merinci bulan terjadi kematian pada bulan Maret terjadi 2 kasus, bulan Mei terjadi 3 kasus, bulan Juni terjadi 6 kasus, bulan Juli terjadi 12 Kasus dan bulan Agustus terjadi 15 kasus.

“Kita kesulitan mengetahui penyebab kematian tetapi berdasarkan wawancara dengan masyarakat di kampung dan analisis kemungkinan penyebab kematian antara lain Bronchopneumoni dan TBC (penyakit Paru-Paru), diare (penyakit saluran pencernaan), malaria dan HIV-AIDS,”bebernya.

Dari sisi ketersediaan fasilitas, di Distrik Samanege, terdapat bangunan fisik puskemas yang sangat rapuh, dengan ketersediaan fisilitis medik yang minim seperti peralatan medik maupun fasilitas rawat inap, kondisi ini diperburuk dengan minimnya tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Data yang ada menyatakan hanya ada 2 petugas medis yang tercatat di Puskesmas namun itupun tidak aktif hampir satu tahun,”ucapnya.

Ditambahkan, hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah setempat mengingat, total pembiayaan kesehatan tahun 2017 di Kabupaten Yahukimo bersumber dari Dana Otsus, BPJS dan APBN sebesar Rp 128 milliar lebih,”pungkasnya. (ama/rm)

LEAVE A REPLY