Gubernur Tinjau Mimika Sport Centre

##Timika dan Kota Jayapura Direncanakan Jadi Stadion Utama PON 2020##

Kepsen//Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH didampingi Ketua TP PKK Provinsi Papua Ny. Yulce Enembe, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Anggota DPR-RI Dapil Papua Willem Wandik, Sekda Papua TEA. Herry Dosinaen, SIP, M.KP, Ketua MRP Timotius Murib, Bupati Yalimo ER Daby, S.Sos dan sejumlah anggota DPRP saat meninjau Mimika Sport Centre, Senin (5/12)

TIMIKA – Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH didampingi Ketua TP PKK Provinsi Papua Ny. Yulce Enembe, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Anggota DPR-RI Dapil Papua Willem Wandik, Sekda Papua TEA. Herry Dosinaen, SIP, M.KP, Ketua MRP Timotius Murib, Bupati Yalimo ER Daby, S.Sos dan sejumlah anggota DPRP meninjau langsung kondisi Mimika Sport Centre yang terletak di SP 5 Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Senin (5/12).

Mimika Sport Centre diketahui dibangun oleh PT Freeport Indonesia sejak tahun 2014 dan langsung dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH. Cabang olahraga yang nantinya dipertandingkan pada PON XX tahun 2020 Papua di Mimika Sport Centre ini antara lain Atletik, Lempar Lembing, Voli Indoor, Basket dan sejumlah cabor lainnya dengan bertaraf internasional.

Disela-sela kunjungannya, Gubernur mengatakan, pihaknya berkeinginan keras supaya PON XX tahun 2020 Papua menjadi tuan rumah sehingga dengan keinginan itu maka PT Freeport Indonesia sudah membangun fasilitas pendukung untuk beberapa venus yang indoor maupun outdoor. Dijelaskan, dengan ditetapkan Papua menjadi tuan rumah PON XX tahun 2020 maka Pemerintah Provinsi Papua berharap PT Freeport Indonesia tetap membantu untuk membangun fasilitas pendukung seperti beberapa venue yang nantinya dipertandingkan di Kabupaten Mimika.

“Ada beberapa cabang olahraga akan dipertandingkan di Kota Timika sehingga Kota Timika dan Kota Jayapura akan menjadi kota utama pada pelaksanaan PON 2020. Oleh karena itu, kebutuhan beberapa cabor di Timika belum terlengkapi sehingga kita berencana akan meminta kepada PTFI untuk membantu membangunnya. Kita harap seperti itu,”ungkapnya.

Diakui Gubernur, beberapa fasilitas ini sudah cukup memadai dan sudah bertaraf internasional sehingga perawatan harus dijaga baik termasuk peralatan pendukung sehingga pelaksanaan PON 2020 di Papua tidak menjadi kendala. Gubernur kembali menegaskan, Papua menjadi tuan rumah PON bukan hanya mencari kemenangan dan juara saja melainkan menjadi contoh olahraga nasional terbaik di Indonesia.

“Kemungkinan cabor PON 2020 di Papua cabor-cabornya yang akan dipertandingkan mengacu kepada cabor Olimpiade, Sea Games dan Asian Games. Kita mau menunjukkan prestasi lebih khusus untuk anak-anak Papua. Meskipun jumlah cabor yang dipertandingkan terbatas tapi mempunyai kemampuan kualitas bagus,”tandasnya. (tim)

LEAVE A REPLY