MAMBERAMO TENGAH – Dibawah kepimpinan Bupati R. Ham Pagawak, SH, M.Si, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) berkomitmen memberikan perhatian penuh bagi perkembangan dan pelayanan gereja.

Hal itu diwujudkan dengan membangun gedung Gereja GIDI Jemaat Bethel Kobakma Klasis Koma. Setelah rampung, gedung gereja yang terletak di ibukota kabupaten itu langsung diresmikan oleh Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, Senin (1/5/2017).

Peresmian gedung Gereja GIDI terbesar dan termegah di kawasan Pegunungan Tengah dan Papua itu terasa istimewa sebab dilakukan bertetapan dengan perayaan masuknya injil ke-61 di wilayah Bogo.

Selain meresmikan Gereja Bethel Kobakma, pada hari itu juga dilakukan peresmiaan gedung Gereja Jemat Imanuel Saralema.

Peresmian Gereja Bethel itu dihadiri langsung Gubernur Lukas Enembe, SIP, MH kemudian Ketua DPRP, Yunus Wonda, SH, MH, Bupati Mamberamo Tengah, R. Ham Pagawak, SH, M.Si dan Wakil Yonas Kenelak, S.Sos, Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo, STh, Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Berius Kogoya, STh, Bupati Yahukimo, Abock Busup, Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua serta 30 orang misionaris dari Australia, Selandia Baru, Kanada dan sejumlah kepala SKPD di lingkungkan Pemprov Papua termasuk ribuan jemaat GIDI dari Wilayah Bogo.

Peresmian gedung Gereja Bethel itu ditandai dengan penekanan tombol pembukaan papan selubung oleh Gubernur Lukas Enembe yang didampingi Ketua DPRP Yunus Wonda, Bupati R. Ham Pagawak, Wakil Bupati Yonas Kenelak dan Ketua DPRD Berius Kogoya.

Usai dilakukan pembukaan papan selubung dan penandatangan prasasti dilanjutkan dengan ibadah syukur yang berlangsung dengan meriah, aman dan lancar hingga selesai.

Gubernur Lukas Enembe dalam sambutannya mengaku memberikan apresiasi kepada Bupati Ham Pagawak yang sudah membangunn gedung gereja GIDI yang besar dan megah ini.

Menurut Gubernur Lukas, pembangunan gereja ini sebagai bagian implementasi dari visi dan misi sebagai seorang bupati sekaligus menjawab apa yang rakyat mau.

”Bupati Ham sudah menunjukan perhatian pada bidang keagamaan tidak hanya membangun gereja, namun juga membangun Sinode dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan,”imbuhnya.

”Kewenangan lebih sudah diberikan ke kabupaten/kota, maka mereka harus memberikan perhatian juga terhadap pembangunan rumah ibadah,”tambahnya.

Gubernur Lukas menegaskan pemerintah provinsi pada prinsipnya mendukung dan memberikan perhatian bagi perkembangan sektor keagamaan di kabupaten dan kota di Papua.

Lebih jauh Gubernur menuturkan, sukses seorang bupati dalam membangun daerah dan rakyatnya juga menjadi sukses bagi gubernur.

Sementara itu, Bupati Ham Pagawak mengatakan pembangunan gedung Gereja Bethel diatas lahan seluas 3000 meter persegi memakan waku satu tahun dua bulan.

”Pembangunan gedung gereja berukuran 50 meter kali 20 meter terbilang cepat sebab hanya memakan waktu satu tahun satu bulan. Ini tentunya tidak lepas dari peran semua pihak yang ada di Mamberamo Tengah. Arsitektur gedung gereja ini merupakan perpaduan Eropa dan Selandia Baru.”ujarnya.

Bupati Ham mengakui diresmikannya gedung gereja yang besar dan megah ini tentu tidak disangka oleh banyak orang jika melihat kondisi kabupaten Mambaramo Tengah yang memiliki tingkat kesulitan dan kemahalan yang tinggi.

Namun berbekal komitmen kuat pemerintah dalam menunjang dan mendukung perkembangan dan pelayanan gereja GIDI di wilayah Bogo, maka pembangunan gereja ini berhasil diselesaikan tepat waktu dan diresmikan.

Bupati Ham berharap, dengan gedung gereja yang baru ini jemaat yang ada agar bersemangat untuk hadir beridah maupun mengikuti kegiatan-kegiatan gereja termasuk pelayanan.

Menurut Bupati Ham, peresmian gereja ini bertepatan dengan hari bersejarah masuknya injil di wilayah Bogo. Tentunya, ini merupakan sesuatu yang istimewa sebab tidak lepas dari peran para misionaris.

“Tempat ini dulunya merupakan daerah yang sulit, hutan belantara, dan masyarakatnya masih hidup dalam kegelapan. Namun Tuhan berkarya lewat para misionaris untuk membuka terang di wilayah Bogo,”terangnya.

Orang nomor satu di Mamberamo Tengah ini mengatakan sejarah perjalanan para misionaris di daerah pegunungan tengah, khususnya wilayah Bogo membawa misi khusus yang hasilnya dinikmati saat ini sebab berkat kehadiran mereka membawa terang rohani bagi generasi saat ini.

“Kami bebas dari kuasa-kuasa kegelapan, banyak yang berkarya dan sukses dalam dalam pemerintahan maupun dunia kerja lainnya,”imbuhnya.

Misionaris, Pdt. James Really berharap berbagai suku yang ada di jemaat Bethel agar bisa berbakti bersama-sama melayani dengan aman dan nyaman. (Humas Mamteng/rm)

LEAVE A REPLY