JAYAPURA-Kehadiran dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi pengusaha asli Papua bisa berimbas kepada perkembangan ekonomi yang lebih tinggi. Demikian disampaikan Ketua Umum Kamat Adat Pengusaha Papua (KAPP) Merry Yuweni usai menyerahkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2017 dari dana hibah sebesar Rp. 15 milyar.

“Sebab, untuk sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang baik, ketika ekonomi orang Papua baik maka yang lain bisa menyediakan untuk dirinya sendiri. Misalnya kesehatan orang Papua bisa membayar sendiri tanpa harus disubsidi lagi. Karena kondisi ekonominya semakin membaik,”tuturnya, Kamis (5/10).

“Intinya bahwa kami coba melihat untuk visi misi gubernur dan nawacita Presiden Jokowi itu yang coba kami implementasikan di lapangan sebagai mitra pemerintah,”sambung Merry.

Dijelaskannya lagi dari 36 asosiasi yang berhimpun dibawah KAPP, rata-rata dari sektor pertanian, peternakan, nelayan, travel agent, pariwisata, pertambangan, BBM. Sementara untuk sektor industri, saat ini KAPP masih berada pada ekonomi kreatif.

“Untuk industri belum. Karena kami baru ikut dilibatkan oleh pemerintah provinsi untuk membahas tentang industri di Papua belum lama ini. Sehingga hal itu masih konsep yang kami pikir kedepan,”ungkapnya.(lam/jg)

LEAVE A REPLY