JAYAPURA – Dalam rangkan persiapan pelaksanaan PON XX tahun 2020 di Papua ternyata masih membutuhkan anggaran yang sangat besar dan diperkiran mencapai senilai Rp 300 miliar.

Ketua Komisi V DPR Papua, Yan Permenas Mandenas, S.Sos mengungkapkan, anggaran yang sudah terinput untuk persiapan pelaksanaan PON XX kini Rp 1 triliun.

“Belum lagi untuk penambahan Rp 300 miliar, pelaksanaan PON butuh Rp 1,3 triliun, sehingga semua program PON fisik dan non fisik serta sosialisasi maskot serta logo PON dapat dilaksanakan,” kata Mandenas.

Menurutnya, semua pihak harus berkontribusi dan bersama-sama mensukseskan pelaksanaan PON Papua.

“Hal ini yang kita harapkan bahwa PON akan sukses kalau mendapat dukungan dari semua rakyat Papua, Pemprov Papua, Pemerintah Pusat, KONI Pusat dan KONI lain di seluruh Indonesia,” terangnya.

Mengenai maskot dan logo PON, Yan menjelaskan, sebagai komisi yang bermitra dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI, pihaknya mendorong supaya segera dilakukan sosialisasi rutin penyelenggaraan PON 2020 di Papua.

“Pada tahun 2018, saya harap PB PON aktif melakukan sosialisasi PON. Baik di masyarakat, internal pemerintah, BUMN,  BUMD dan pemerintah pussat, sehingga semua masyarakat Indonesia akan tahu bahwa tuan rumah PON 2020 ada di Papua, termasuk sosialisasi maskot dan logo PON di 33 provinsi lain,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sudah tidak banyak waktu untuk melakukan sosialisasi karena akan banyak waktu tersita mengurus kesiapan atlet, berkoordinasi terkait penyelenggaraan dan lainnya.

“Persoalan ini membutuhkan sumber daya manusia yang banyak untuk mendukung proses persiapan, pembukaan hingga penyelenggaraan,” tandasnya. (ara/rm)

LEAVE A REPLY