SENTANI – Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH bersama rombongan disambut dengan penuh sukacita oleh ratusan masyarakat Sentani menggunakan tarian adat Isosolo saat menghadiri perayaan ibadah pengucapan syukur penutupan tahun 2017 (Helay Feleisay-Bahasa Sentani) di Kampung Ifar Besar, Sabtu (3/2).

Dari pantauan di lapangan sejak pagi hari ribuan warga masyarakata Sentani serta tamu undangan dan simpatisan memadati lokasi pelaksanaan ibadah syukur tutu tahun 2017 di Pantai Jembatan Kuning.

Setalah menantikan hampir tiga jam, akhirnya muncul arak-arakan perahu yang menyambut sekaligus mengiring rombongan Gubernur Lukas Enembe melewati selat Buki Masolo (Selat utama yang menghubungakan Sentani Tenga dan Sentani Timur tepatnya di Kampung Hobong) menuju dermaga yang telah di siapkan panitian di jembatan kuning.

Arak-arakan Gubernur Papua tersebut dengan tari-tarian Isosolo di mulai dari Kawasan Wisata Danau Sentani di Pantai Kalkote Distrik Sentani Timur dengan melewati danau hingga akhirnya masuk di Kampung Hobong dan Ifar Besar Distrik Sentani.

Tarian Isosolo adalah sebuah tarian adat dari Suku Sentani yang mengisahkan tentang pertempuran atau peperangan antara suku di atas perahu. Sesuai dengan  kreasi tari Isosolo maka puluhan perahu berlalu-lalang melewati perahu utama yang di tumpangi Gubernur bersama rombongan sambil sesekali meneriakan alunan suara peperangan dengan melepaskan anak panah dari busur ke area yang telah dikosongkan.

Akhirnya rombongan Gubernur Papua telah menambatkan perahu di dermaga, selanjutnya prosesi penjemoytan Gubernur Lukas Enembe oleh sejumlah Ondoapi di Danau Sentani dilakukan hingga memasuki arean perayaan ibadah syukur tutup tahun 2017.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yangsetingi-tingginya kepada Gubernur Papua, Bapak Lukas Enembe yang menghadiri ibadah syukuran tutup tahun 2017 sekaligus bertatap muka dengan kami masyarakat Kabupaten Jayapura. Kehadiran gubernur ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap rakyatnya yang berada di kampung-kampung,” ujar Ondoapi Kampung Ifar Besar, Ondo. Frans Alberth Yokhu usai melakukan penjemputan.

Ondo Frans menjelaskan, kehadiran seorang pemimpin di tengah-temgah masyarakat dalam acara apapun merupakan bentuk perhatian. Sebab itu, rakyat hendaknya menerima pemimpinnya untuk bersama-sama menata pembangunan daerah ke araha yang lebih baik.

“Kami rakyat merasa bangga jika seorang Gubernur Papua dengan sejumlah kesibukan dan padatnya agenda menyempatkan diri menemui rakyatnya lewat ibadah syukur tutup tahun 2017 atau yang kami Orang Sentani menyebutnya dengan istilah “Helay Feleisay”,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe menuturkan, dirinya merasa bangga jika ada rakyatnya yang masih menyimpang kesenian tradisional seperti tarian Isosolo yang digunakan masyarakat Sentani untuk menyambut dirinya.

“Terima kasih buat semua masyarakat di Danau Sentani dan masyarakat Kabupaten Jayapura yang telah menerima kehadiran kami dengan penuh sorak. Tarian Isosolo luar biasa, karena telah menyambut kami sepanjang mengarungi Danau Sentani dari bagian timur hingga di tengah,” ungkapnya.

Dirinya mengajak supaya seni-seni tradisional termasuk tarian Isosolo kedepan hendaknya di perlihara dan dibina agar tidak pudar dan hilang di telang waktu. Selain tarian Isosolo ada tarian adat lain yang juga perlu di pelihara sebagai aset budaya Papua. (rm)

LEAVE A REPLY