JAYAPURA (PT) – Setelah dilantik oleh KASAD Jenderal TNI Mulyono di Jakarta, Jumat, (12/10) lalu, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring resmi menjabat Panglima Kodam XVII/Cendrawasih menggantikan Mayjen TNI George Elnadus Supit yang akan menduduki jabatan sebagai Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI.

Sesaat setelah tiba di Bandara Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru dilantik langsung menuju ke Wisma Kodam Cenderawasih.

Setibanya di Kodam XVII/Cenderawasih dilakukan tradisi penyambutan di depan Gapura Makodam pukul 9.00 WIT yang dilanjutkan dengan tradisi penerimaan Pangdam XVII/Cenderawasih di Koridor Makodam.

Pangdam juga sempat menerima paparan para asisten dan Kapuskop Kartika Cenderawasih yang dilanjutkan penyerahan risalah sertijab Pangdam XVII/Cenderawasih.

Dalam sambutan Pangdam YP Sembiring menyampaikan terima kasih telah menerimanya dengan baik di Kodam XVll/Cenderawasih.

Dikatakan, di Papua banyak konflik yang terjadi terutama KKSB yang kini menjadi topik utama, namun baginya harus dilakukan pendekatan secara persuasif, karena apapun namanya pendekatan itu adalah sangat baik.

Pangdam YP Sembiring menjelaskan, pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan teritorial, pendekatan kemanusiaan dan pendekatan budaya sehingga betul-betul menyentuh hati masyarakat.

YP Sembiring mengaku jika sebelumnya, ia pernah bertugas juga di Papua, sehingga tentu tidak asing lagi baginya. “Bagi saya, Papua tidak terlalu menjadi hal yang sulit untuk saya menjalankan amanah mensejahterahkan rakyat di NKRI khususnya Papua,“ katanya.

Sedangkan, untuk pengamanan perbatasan antara RI – PNG, Pangdam YP Sembiring mengatakan, jika yang marak terjadi yakni penyelundupan narkoba dan transaksi senjata keluar masuk perbatasan sudah berjalan.

“Untuk pengamanan perbatasan Indonesia yang marak terjadi yaitu Narkoba dan transaksi senjata keluar masuk perbatasan sudah berjalan menurut satuan-satuan yang ditugaskan dengan manajemen yang ada jadi kami akan melihat bagaimana kontrol fungsi itu berjalan,” imbuhnya. (jul/rm)

LEAVE A REPLY