JAYAPURA (PT) – Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah titik di Kota Jayapura, membuat Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano, MM meminta Pemprov Papua untuk membantu mengatasi banjir dan longsor di Kota Jayapura.

Menurutnya, bencana yang terjadi di Kota Jayapura ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota saja, tetapi menjadi tanggungjawab bersama Pemprov Papua.

“Saya minta Pemprov Papua tidak boleh lepas tangan dalam membantu dana mengatasi banjir ini, melalui dana Otsus infrastruktur,” kata Wali Kota Benhur Tomi Mano, Senin (7/1).

Menurutnya, jumlah penduduk di Kota Jayapura semakin padat, sehingga ia meminta agar lebih waspada terhadap curah hujan yang cukup tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di lereng gunung.

“Mereka yang membangun rumah di lereng saya katakan bahwa Pemkot tidak memberikan izin mendirikan bangunan (IMB),” katanya.

Selain itu, kata Wali Kota yang akrab disapa BTM ini, banyak warga yang membuka lahan kebun dengan sembarangan dan para ondoafi pemilik tanah tidak boleh asal menjual tanah di daerah resapan air.

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kota Jayapura itu, membuat Wali Kota BTM langsung meninjau beberapa tempat, diantaranya di belakang Kantor Diklat Provinsi Papua Kotaraja Dalam terdapat 2 rumah, jalan putus di samping Kantor Wali Kota Jayapura, Dok IX Jayapura Utara belakang Pasar Inpres ada 5 perumahan dan 2 rumah yang parah terkena longsor dan banjir.

Selain itu, Wali Kota BTM juga melihat daerah yang terdampak di Jalan Kayu Batu, tempat talud longsor yang mengakibatkan banjir, termasuk di Angkasa.

Akibat banjir dan longsor itu, Pemkot Jayapura bersama tim terpadu yang di back up oleh aparat kepolisian, melakukan peninjauan dan penanganan awal.(ket/rm)

LEAVE A REPLY