JAYAPURA (PT) – Pos Tentara Nasional Indonesia (TNI) Satgas Pamrahwan 751/VJS yang ada di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, dilaporkan telah diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari tiga titik atau penjuru saat melakukan apel pagi, Kamis (31/1) sekira pukul 08.50 WIT.

Akibat berondongan tembakan dari tiga penjuru itu, dilaporkan seorang anggota Prajurit TNI, Prada Laode Majid terkena luka tembak.

Serangan dari KKB itu, berawal ketiga anggota TNI di Distrik Mapenduma, Nduga, melakukan apel pagi.

Namun, tiba-tiba mereka ditembaki oleh KKB dari tiga arah yang berlawanan.

Pada saat mendapat tembakan, seluruh prajurit masuk ke dudukan alarm stelling di sekeliling pos dan membalas tembakan dan kontak tembak terjadi sekitar 30 menit.

Akibat penyerangan pos TNI ini, Prada Laode Majid mengalami luka tembak pada bahu bagian kanan.

Saat ini anggota yang terkena tembakan masih dalam kondisi stabil dan telah mendapat penanganan dari personel kesehatan pos Mapenduma.

Kepala Penerangan Kodam VXll/ Cendrawasih, Kolonel Inf Muh. Aidi saat dikonfirmasi Papua Today membenarkan adanya informasi itu.

Tapi, pihaknya masih melakukan pengecekan kepastiannya.

“Iya info itu benar ada penyerangan terhadap pos TNI di Mapenduma, namun saya komunikasi tetapi jaringan di sana masih kurang baik,” kata Kapendam Aidi.

Diakui, komunikasi saat ini masih sering terputus dengan personel TNI Pos Mapenduma.

Namun, informasi yang diteirmanya, kontak tembak masih terjadi antara KKSB dan Personel Satgas Pamrahwan 751/VJS Pos Mapenduma.

“Untuk perawatan lebih lanjut, Prada Laode Majid akan dievakuasi dengan menggunakan helikopter ke Timika,” imbuhnya. (jul/rm)

LEAVE A REPLY