SENTANI (PT) – Setelah mengungsi di Kota Jayapura pasca kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayijaya, 23 September 2019 lalu, kini masyarakat yang mengungsi di Sentani, Kabupaten Jayapura, mulai kembali ke Wamena untuk melanjutkan kehidupanya di Lembah Baliem.

Jumat, (11/10), sekitar 104 orang pengungsi yang kembali mengunakan pesawat Hercules milik TNI AU ke Wamena.

Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI. Ir. Tri Bowo Budi Santoso,  MM, MTr (Han) mengatakan, pihaknya menyiapkan satu sori pesawat Hercules bagi warga pengungsi yang ingin kembali Ke Wamena.

“Ini merupakan penerbangan ketiga sejak hari Rabu, 9 Oktober 2019, untuk proses pemulangan pengungsi dari Jayapura menuju Wamena. Saat ini yang sudah kembali ke Wamena dari Jayapura ada 294 pengungsi,” kata Danlanud Tri Bowo.

Pengungsi yang memilih kembali ke Wamena dengan pesawat Hercules membawa 78 orang dewasa dan 26 Anak-anak yang ingin mengikuti ujian untuk melanjutkan sekolah.

Selain itu, Danlanud Tri Bowo juga memberikan bingkisan perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, buku dan pelengkapan lainnya.

Sementara itu, untuk pengungsi dewasa dibekali dengan sembako secukupnya.

“Bantuan perlengkapan sekolah ini merupakan bantuan dari Persatuan Isteri Purnawirawan (Perip), Paguyuban Trikora Maluku-Irian Jaya (Malirja) dan Majelis Taklim Halim,” katanya.

Danlanud Tri Bowo menjelaskan, pihaknya sudah membuka posko pengungsi yang ingin kembali ke Wamena.

“Setiap sore kami mengumpulkan data dari setiap posko pengungsian di sekitar Sentani maupun Kota Jayapura. Jika jumlahnya mencapai 70 orang maka akan kita berangkatkan esok harinya,” imbuhnya. (ai/sri)

LEAVE A REPLY