JAYAPURA (PT) – Untuk melakukan monitoring terhadap pembangunan sejumlah fasilitas PON XX tahun 2020 di Papua, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua akan memasang CCTV pada setiap venue.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Kansiana Salle, SH mengatakan, pemasangan CCTV di setiap venue, guna memastikan laporan progres (kemajuan) pekerjaan fisik yang sementara berjalan, sesuai fakta lapangan.

“Pemasangan CCTV di setiap venue ini bertujuan mencegah beberapa kemungkinan seperti yang kita pelajari dari beberapa PON, bahwa ada laporan venue sudah siap tapi pada saat pertandingan, nyatanya masih butuh pembenahan dan sebagainya,” kata Kansiana kepada wartawan disela-sela rapat koordinasi infrastruktur penunjang PON XX 2020, di Aula Dinas Kominfo Papua, Kamis (17/10).

Menurutnya, keberadaan CCTV berfungsi memantau progres pembangunan venue langsung oleh pimpinan.

Artinya, hasil laporan pembangunan venue oleh pihak ketiga dapat langsung dipantau live dari CCTV untuk memastikan kebenarannya.

Oleh sebab itu, Kansiana berharap seluruh instansi pelaksana pembangunan venue agar dapat menyampaikan data valid, terkait lokasi pembangunan venue di empat wilayah tempat penyelenggaraan PON.

“Sebab, pengadaan CCTV telah diusulkan masuk dalam APBD Perubahan 2019 sehingga, pantauan terhadap progres PON bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Kansiana menambahkan, pihaknya terus mensosialisasikan pentingnya keberadaan SIM PON untuk menunjang iven empat tahunan itu di Papua.

Sebab, meski keberadannya hanya sebagai pendukung, namun SIM PON akan berfungsi sebagai penentu hasil dari proses PON itu sendiri.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Yohanes Walilo yang membuka rapat koordinasi tersebut, menyambut positif pemasangan CCTV untuk memantau progres pembangunan venue.

Pihaknya pun akan melaporkan hasil rapat dan progres pembangunan venue kepada gubernur yang, baru saja dipersentasekan dalam pertemuan tersebut. (ing/sri)

LEAVE A REPLY