JAYAPURA (PT) – Dibawa Kepemimpinan Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’aruf, Pemerintah Provinsi Papua akan mengusulkan perpanjangan dana Otsus yang akan berakhir pada 2020.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Muhammad Musa’ad menilai pelantikan mantan Kapolda Papua itu sebagai Mendagri dapat memberi keuntungan bagi Papua.

“Kami akan segera mendorong beberapa hal mendesak untuk diselesaikan oleh Mendagri,” kata Musa’ad  kepada wartawan, Kamis (23/10).

Selain perpanjangan dana Otsus, sebab kata Musa’ad, dana Otsus yang setara dua persen Dana Alokasi Umum (DAU) nasional ini selesai di 2021.

“Sehingga 2022 sudah tidak ada lagi, Ini kan butuh alternatif lain untuk dicarikan solusi. Sebab kalau dua Persen DAU nasional itu tidak dijalankan lagi, maka Pemprov Papua akan kehilangan 47 persen dari besaran APBD-nya,” ujarnya.

Walaupun formulasinya berubah dan tak dalam bentuk dana segar, Musa’ad berharap Mendagri Tito Karnavian, dapat mendorong perpanjangan dana Otsus sebab sejalan dengan komitmen Presiden Jokowi yang terus berupaya mempercepat pembangunan Papua.

“Sebab, kalau meniadakan atau menghilangkan (dana Otsus yang setara 2 Persen DAU nasional) maka bisa mengganggu percepatan pembagunan di Papua. Apalagi, saat ini kita sedang giat-giatnya membangun Papua supaya bisa setara dengan provinsi lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan ada pelantikan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’aruf dapat memberi keuntungan bagi Papua.(ing/sri)

LEAVE A REPLY