JAYAPURA (PT) –  Dampak Virus Corona (Covid-19) mulai dirasakan atlet Papua yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Buktinya, untuk menggelar latihan saja, cabang olahraga kesulitan mendapatkan tempat.

Ini dikarenakan pemerintah sementara waktu menutup sejumlah fasilitas publik demi menekan penularan Covid-19.

Pelatih Binaraga Papua, Hasym Sulaiman mengatakan, demi menjaga kebugaran atletnya, pihaknya memutuskan untuk sementara latihan bersama atlet angkat berat  PON Papua di Gedung Olahraga Koni Papua.

“Ya, kami tidak bisa latihan maksimal, karena tempat fitness maupun aerobic di Jayapura tutup,” ujar Hasym kepada wartawan di Jayapura, Rabu (1/4).

Dikatakan, olahraga Binaraga berberada dengan olahraga lainnya, karena membutuhkan tempat latihan berolahraga dengan alat-alat yang memadai.

“Pengprov PABSI Papua ini peralatan yang lengkap hanya untuk angkat besi dan angkat berat, kalau Binaraga belum ada peralatan yang memadai,” ujarnya.

Hasym mengaku, Pemprov Papua sebenarnya memiliki peralatan yang memadai di Kantor Gubernur, sehingga pihaknya berharap kepada pengurus KONI Papua bisa berkoodinasi dengan Gubernur sehingga peralatan tersebut bisa pakai latihan oleh atlet Binaraga Papua.

“Kita sudah masuk dalam persiapan tetapi tidak didukung dengan peralatan yang memadai maupun suplemen, bahkan suplemen yang diberikan tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan atlet,” paparnya.

Hasym menambahkan, atlet Binaraga akan segera masuk dalam tahapan pembentukan otot, tetapi suplemen yang diberikan KONI Papua tidak sesuai standar dan program latihan kita juga sekarang tidak maksimal.

Namun, pihaknya optimis dengan anak asuhannya bisa memberikan prestasi untuk kontingen Papua.

“Memang kita perlu try out ke Jakarta, namun dengan situasi seperti ini, kita menunggu petujuk dari Puslatprov KONI Papua,” urainya.

Hal senada juga disampaikan atlet binaraga Papua, Edo Apcowo bahwa keberadaan virus corona ini mengganggu program latihan mereka.

“Memang virus ini mengganggu program latihan kita semua, bukan saja Binaraga, cabor lain juga alami hal yang sama,” katanya.

Edo juga berharap kepada KONI Papua untuk memperhatikan makanan dan suplemen bagi para atlet.

“Makanan yang kita makan di hotel belum sesuai standar, begitu juga suplmen yang diberikan, kita harapkan ada perhatin, apalagi Binaraga menjadi cabor penyumbang medali emas setiap event Nasional empat  tahunan itu,” ucapnya. (lam/rm)

LEAVE A REPLY