dr. Aloysius Giay

JAYAPURA (PT) — Pihak RSUD Jayapura mengklaim hingga kini belum menangani atau belum menemukan adanya pasien yang tertular Covid-19 varian Delta.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Dirut RSUD Jayapura, dr. Aloysius Giay, M Kes ketika dikonfirmasi wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang penanganan pandemi Covid-19 di Suni Hotel & Convention Abepura, Rabu (21/7).

Dikatakan, untuk sementara ini pihaknya belum menemukan varian delta secara gambang yang ditangani di RSUD Jayapura.

“Dalam artian bahwa kemungkinan ada tetapi harus dibuktikan dari hasil sampel baik dari Labkes maupun Lakesda. Jadi sejauh ini belum ada laporan dari dokter yang menangani bahwa varian tersebut sudah ada,” ujar Aloysius.

Sekedar diketahui, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) mengatakan covid-19 varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Merauke, setelah ditemukan hasil sampel yang dikirim ke Litbangkes yang mendeteksi jenis varian delta.

Bahkan, 12 sampel yang dikirim dari Merauke ke Litbangkes Papua, 10 diantaranya terdeteksi sebagai varian delta.

Sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, virus covid-19 varian delta terdeteksi sudah menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

Varian ini patut diwaspadai, karena gejala Covid-19 varian delta memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan dengan varian Alpha dan virus covid-19 yang pertama kali teridentifikasi di China pada 2019 lalu.

Berdasarkan WHO, varian delta dikenal juga dengan B.1.617.2. Varian delta pertama kali teridentifikasi di India.

Karakteristik varian delta adalah lebih cepat menyebar daripada varian lain.

Varian delta memiliki mutasi pada lonjakan protein sehingga membuatnya lebih mudah menginfeksi sel manusia. (fil/rm)

LEAVE A REPLY