JAYAPURA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Ir. H. Rudiantara, MBA mengakui bahwa harga penggunaan internet di Papua tergolong mahal bahkan pihaknya pernah mendapat petisi dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Papua.

“Memang kami pernah mendapat petisi dari salah satu LSM terkait dengan mahalnya penggunaan internet di Papua mencapai 65 persen. Ini tentu lebih mahal dengan daerah yang lain di Indonesia,”ungkapnya saat memberikan keterangan pers di Pressroom Kantor Gubernur Papua, kemarin.

Menkominfo tidak menampik adanya monopoli salah satu provider di Provinsi Papua.
”Ya memang untuk Telkom kami minta agar bisa memperluas jaringan dan anak perusahannya menjadi salah satu provider termuka di Provinsi Papua,”ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mengharapkan dengan keberadaan proyek Palapa Ring ini mampu memperluas jaringan komunikasi hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit terjangkau.

”Dengan adanya Palapa Ring diharapkan nantinya BTS (Base Transceiver station) akan ikut karena kita konsen pada Palapa Ring,”bebernya.

Menkominfo menyebutkan beberapa daerah yang belum tersambung tentunya menjadi perhatian pihaknya. Dirinya mencontohkan bahwa untuk Kabupaten Boven Digoel masih ikut BTS Merauke karena masih satu jaringan.

Dan jika seluruh kabupaten/kota sudah tersambung maka memudahkan operator untuk mengembangkan sayap.

“Kalau seluruh daerah tersambung maka dipastikan akan memudahkan operator untuk mengembangkan sayap serta penggunaan internet semakin murah. Hal ini telah berlaku di daerah Jawa,”imbuhnya. (ama/rm)

LEAVE A REPLY