JAYAPURA – Sekretaris Daerah Papua, TEA. Hery Dosinaen, SIP, MKP mengingatkan seluruh mahasiswa Papua yang menempati asrama-asrama di seluruh kota studi untuk tidak menjual asset-asset milik Pemprov Papua yang ada di dalam asrama tersebut.

Hal itu ditegaskan Sekda mengingat adanya kabar bahwa sebelumnya Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor sepakat akan menjual asset Pemerintah Provinsi Papua jika tidak membayar tunggakan lampu asrama Papua di Bogor

“Barang yang ada di asrama itu merupakan aset pemerintah sehingga tidak boleh dijual,”tegas Sekda kepada wartawan pekan lalu.

“Masalah yang dihadapi para mahasiswa Papua di Bogor sementara sedang dalam pembahasan. Untuk itu, kami meminta tidak ada satupun aset yang dijual dan apabila hal itu terjadi tentu sudah melanggar hukum. Kami minta mereka bersabar karena masih adalam pembahasan,”terang Sekda.

Menurutnya, saat ini Pemprov Papua melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sedang mendata seluruh aset-aset yang ada di luar Papua termasuk asrama.

“Kami sedang mendata semua aset-aset pemerintah. Hal ini sebagai langkah pemerintah untuk menata kembali aset,”imbuhnya.

Sekedar diketahui, Sebelumnya, Ketua Asrama, Honoratus Kulka mengatakan, pihaknya telah menyepakati dalam rapat pengurus asrama yang digelar belum lama ini terkait kendala yang dihadapi mahasiswa Papua di Bogor.

Honaratus mengatakan, pemutusan arus listrik di asrama mahasiswa Papua di Bogor oleh PLN Kota Bogor sudah berjalan seminggu dan memasuki minggu kedua.

“Kami telah rapat dan mengambil keputusan dan jika tidak ada tanggapan oleh Pemprov Papua maka kami akan menjual aset Pemprov seperti kulkas, TV dan Infocus,”bebernya. (ing/rm)

LEAVE A REPLY