JAYAPURA (PT) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat mulai tahun 2018 ini memprioritaskan program-program di Papua, terutama untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, maritim dan cuaca publik, yakni akan menyiapkan  All Weather Operations (AWO) di 14 Bandara di Papua dan Papua Barat.

Demikian disampaikan Kepala BMKG Pusat, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah Tahun 2018 di Lingkungan BBMKG Wilayah V di Hotel Aston, Jayapura, Rabu (3/4/2018).

Untuk mendukung keselamatan penerbangan, kemaritiman dan cuaca publik, pihaknya mempersiapkan dan akan segera memasang radar cuaca di Wamena.

Ia mengatakan, dari Rakorwil tahun 2018 di Lingkungan BBMKG Wilayah V ini, pihaknya  melakukan koordinasi dengan BBMKG Wilayah V–Jayapura beserta seluruh stasiun dan UPT yang ada di Papua maupun Papua Barat, agar program-program kerja di tahun 2019 itu mendukung program kerja BMKG Pusat yakni qiuck wind adalah meningkatkan inovasi layanan berbasis Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence.

Ia mengartikan bahwa agar stasiun –stasiun dan UPT-UPT di Papua meningkatkan instrumentasinya menjadi otomatisasi dan digitalisasi, sehingga informasi yang akan dihimpum didalam Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence dapat terpenuhi.

Dimana dengan adanya lompatan teknologi itu, pihaknya berharap agar ketepatan-ketepatan dan akurasi dari informasi BMKG menjadi lebih akurat, tepat dan cepat.

“Saat ini akurasi untuk prakiraan cuaca nanti 80 persen. Tapi dengan peningkatan teknologi kearah Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence kita berharap menjadi 85 persen atau bahkan mendekati 100 persen,” katanya.

Untuk prakiraan cuaca penerbangan, lanjutnya, pihaknya sudah bisa mencapai akurasi100 persen. Namun belum semua bandara di Papua ini terlayani oleh stasiun BMKG, sehingga kami perlu memasang telemeteri untuk observasi itu kearah digitalisasi dan otomatisasi melalui layanan big data dan AWO, sehingga penerbangan di Papua bisa lebih terjamin keselamatannya dari ancaman cuaca.

“Kami minta agar program-progran di stasiun mendukung program besar BMKG di Papua ini,” terang dia.

Kepala BBMKG Wilayah V-Jayapura, Petrus Demon Sili, SIP, M.Si menjelaskan, sebanyak 110 bandara di Papua dan Papua Barat beroperasi tanpa  AWO.

“Artinya belum ada layanan BMKG disana, sehingga pemerintah pusat segera memasang 14 AWO atau peralatan untuk diprioritas di daerah-daerah yang tak ada stasiun BMKG, sehingga layanan penerbangan lebih optimal untuk keselamatan masyarakat secara luas,” pungkasnya.  (ist/dm)

LEAVE A REPLY