JAYAPURA (PT) – Proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2018 di Provinsi Papua tetap menggunakan sistem online sesuai mekanisme dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Asisten III Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri, SE, MM mengatakan, Gubernur Papua dan rombongan sudah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor dan Presiden sudah sepakati untuk sistem offline pada bulan Oktober 2018 lalu, namun pelaksanaan tetap online.

“Iya, sementara kita masih gunakan sistem online dan tetap ikut mekanisme dari pusat,” kata Asisten III Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri kepada wartawan, Selasa (30/4).

Menurutnya, penerimaan CPNS Papua dengan presentase 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non Papua.

“Tentu ada mekanisme sehingga tidak terjadi berbeda pendapat di masyakarat dan seleksi penerimaan CPNS Papua ini tetap presentase 80-20,” ujarnya.

Untuk kuota penerimaan CPNS, kata Ellysa, diprioritaskan tenaga guru dan perawat, dimana pemerintah daerah memberikan perhatian dengan koordinasi dengan dinas kesehatan dan pendidikan bagaimana tenaga SDM yang dibutuhkan di Papua baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Ya, kuota CPNS untuk formasi 2018 yang paling banyak itu tenaga guru dan perawat,” imbuhnya. (ing/rm)

LEAVE A REPLY