JAYAPURA (PT) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar Pemerintah Kota Jayapura selalu melakukan monitoring untuk mencegah kebocoran kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap Pendapat Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah VIII KPK, Adlinsyah Malik Nasution pada rapat koordinasi dan evaluasi program pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Papua di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Selasa, (21/5).

Menurutnya, monitoring itu penting dilakukan guna mencegah kebocoran kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

Apalagi, Kota Jayapura merupakan pusat bisnis di Papua.

“Ada banyak hotel dan restoran di Kota Jayapura. Ini potensi unggulan untuk pendapatan pajak daerah. Sekali makan saja jika ramai-ramai bisa mencapai Rp 1 juta. Nah, apakah 10 persennya ini di setor ke Kasda? Ini yang harus dipantau terus,” kata Adlinsyah.

Adlinsyah mendorong Pemerintah Kota Jayapura memastikan hotel dan restoran sebagai wajib pungut pajak untuk memungut dan menyetorkan pajak sesuai realisasi yang didapat.

“Kota Jayapura harus gas pol. Kita ini hanya menitipkan uang kepada mereka untuk mereka setorkan ke Kasda, jika mereka tidak setorkan sesuai yang mereka terima berarti penggelapan pajak dan ini bisa dipidana,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pikey saat ditemui mengakui, Bapenda Kota Jayapura telah menerapkan sistem monitoring online penerimaan pajak untuk mengoptimalisasi PAD di Kota Jayapura.

“Kami sudah mengembangkan sistem online antara Bapenda dengan hotel terutama yang berbintang lima untuk menghindari penggelapan pajak atau manipulasi,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Frans, masih ada temuan sejumlah hotel nakal yang tak menyetorkan pungutan pajak.

Fakta ini berdasarkan hasil inpeksi yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura di sejumlah hotel di wilayah setempat beberapa waktu lalu.

“Jadi, modusnya mereka menyiapkan dua tagihan, satunya disetor ke Bapenda dan satunya untuk ditagih. Ada yang kedapatan seperti itu setelah kami inspeksi. Ini yang akan kami tertibkan,” pungkasnya. (ing/rm)

LEAVE A REPLY