JAYAPURA (PT) – Mantan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Enaldus Supit bersama ibu pamitan kepada masyarakat di Papua, setelah 17 bulan bertugas di Papua.

Pamitan ini disampaikan Mayjen TNI George E Supit dalam acara pisah sambut Pangdam XVII/Cenderawasih dari Mayjen TNI George E Supit kepada Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, SIP di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Sabtu akhir pekan kemarin.

Acara ini, dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE, MM dan Forkompinda dan seluruh jajaran pejabat pemerintah daerah, TNI dan Polri.

Mayjen TNI George E Supit mengatakan, sebagai pejabat Pangdam tidak mungkin selamanya menjabat, apalagi satu periode seperti Gubernur bisa lima tahun, sehingga di TNI dan Polri sudah diatur dalam sistem menurut jenjang pangkat yang diperolehnya.

“Kurang lebih 17 bulan saya berada di Papua akhirnya karena perintah saya harus meninggalkan Papua, jujur saya sangat betah tinggal di kota ini dan sangat menyenangi Papua,” kata George Supit.

George Supit mengaku sedih dan terharu meninggalkan Papua, karena banyak pengalaman diperoleh selama bertugas di Papua. Apalagi, masyarakat Papua menerimanya. Bahkan, ia sangat terkesan dengan Papua.

Buktinya, ketika ia berjalan dengan Kapolda Papua semua berjalan dengan lancar, meski ada persoalan dan permasalahan tetapi bisa dilewati dan diselesaikan bersama.

“Tentunya bukan hanya peran Polda dan Kodam, tetapi semua lapisan masyarakat dan stakeholder yang ada di Papua, sehingga semua persoalan itu dapat terselesaikan dengan baik dan damai,” tuturnya.

George Supit mengaku yakin dan percaya dibawah kepemimpinan Gubernur Provinsi Papua ke depan menjadi provinsi yang hebat dan bisa bersaing dengan provinsi lain di Indonesia yang sudah maju.

Dikatakan, program Kodam XVII/Cenderawasih selama kepemimpinannya, sangat didukung oleh masyarakat Papua dan selama ia di Papua saat beribadah ia masuk di semua greja tanpa terkecuali bergiliran ia datangi.

“Puji Tuhan semua menerima saya, istri dan rombongan dengan penuh cinta kasih. Hamba-hamba Tuhan sangat mendukung, saya yakin dan percaya bahwa pelaksanaan tugas kalau bukan dipimpin sama Tuhan, saya tidak mampu melaksanakan tugas di Papua sehingga segalanya saya hanya mengandalkan Tuhan,” paparnya.

Diakui, selama di Papua ia banyak berkordinasi dengan segala elemen yang ada agar Kodam dapat melaksanakan tugas dengan baik.

George Supit menyampaikan selamat kepada Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring yang menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih bersama ibu.

Ia yakin dan percaya, pengalaman Mayjen TNI YP Sembiring akan mampu melaksanakan tugas di Provinsi Papua, mampu bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Papua.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih karena atas dukungan Gubernur, Sekda dan tentunya teman-teman yang berada di Forkompinda semua pekerjaan saya dan Kodam dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH mengatakan, mengabdi 17 bulan di Papua, tentu tidak gampang. Karena, banyak persoalan yang dihadapi.

“Tentu sangat bersyukur selama Mayjen TNI  George E Supit, SSos menjalankan amanah dinas selama 17 bulan sudah melaksanakan dengan sangat baik. Untuk itu, kami sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Mayjen TNI George E Supit beserta keluarga,“ katanya.

Apalagi, kata Gubernur Lukas Enembe, selama menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit mampu membuat hubungan antara masyarakat Papua, Gereja dan kelompok masyarakat di Papua bisa berjalan dengan baik dan sudah membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami berterimakasih karena sudah berupaya dengan keras menjaga rakyat di Papua,” katanya.

Gubernur Enembe mengakui konflik yang terjadi di Papua adalah konflik lokal dan terjadi dikarenakan kebijakan kepala daerah yang salah, atau karena pilkada gubernur/bupati dan persoalan sosial yang lain.

Namun, lanjut Gubernur Enembe, TNI mampu memposisikan diri sebagai pengayom rakyat Papua.

“Selamat kepada Mayjen TNI George E Supit atas tugas baru sebagai Asisten Teritorial membawahi tiga matra TNI AL, TNI AD dan TNI AU. Kita percaya bahwa Jendral Supit bisa memimpin yang lebih besar,“ katanya.

Gubernur Enembe menyampaikan selamat datang dan bertugas kepada Mayjen TNI. YP Sembiring sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru.

Gubernur Enembe mengatakan, jika Pangdam YP Sembiring bukan orang baru, tetapi pernah bertugas di Timika Papua, tentu mengetahui kondisi di Papua.

“Kalau kerja yang baik pasti akan mendapatkan tugas yang lebih tinggi dan pangkat yang tinggi, karena alam Papua seperti itu, karena itu yang terjadi pada Mayjen TNI YP Sembiring. Selamat bertugas ditempat yang baru dan tantangan yang baru, siap menjaga rakyat Papua sebagai TNI yang profesional menjaga NKRI,“ katanya.

Gubernur Enembe yakin jika Mayjen TNI YP Sembiring mampu menjalankan tugas itu, karena mempunyai kemampuan dan kapasitas, sehingga ia percaya rakyat Papua bersama Pangdam yang baru akan menjadi aman dan bermartabat.

“Semoga Tuhan menolong pangdam sekeluarga, apa yang sudah dikerjakan oleh pangdam lama, pangdam yang baru siap melanjutkan jaga Rakyat Papua dan lindungi NKRI,” imbuhnya. (jul/rm)

LEAVE A REPLY