JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH menekankan kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua agar tidak menjadikan program sebagai proyek.

“Kalau kita jadikan kegiatan di pemerintahan sekedar untuk proyek untuk mendapatkan uang maka tidak akan ada program yang kita capai,”tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Dijelaskan Gubernur, seiring adanya penegasan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musrenbangnas 2017 yang mengharapakan agar seluruh pemerintah daerah dalam membuat program agar dapat bersentuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, selama ini dinas hanya membuat program dari tahun ke tahun hanya sekedar program saja tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kepala dinas tabiatnya sudah seperti itu dari tahun ke tahun hanya tinggal kasih masuk program begitu saja. Ini yang terjadi bertahun-tahun,”terangnya.

Ia berharap SKPD dapat membuat perubahan kemudian terarah dan fokus pada bidang, sebab selama ini hampir sebagian besar kepala dinas mempunyai kebiasaan hanya memasukan program dan perencanaan berulang-ulang dari tahun ke tahun.

Gubernur menambahkan, sejak dirinya dilantik sebagai Gubernur 2013 lalu, pihaknya telah menegaskan kepada seluruh kabinetnya agar membuat program bersentuhan langsung dengan masyaratkat.

“Sampai hari ini masih begitu tidak ada perubahan. Oleh karena itu, saya akan potong dan tidak ada lagi yang namanya kegiatan proyek di dinas,”tukasnya menambahkan.

Seharusnya, kata Gubernur bahwa setiap SKPD membuat proyek unggulan yang dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Karena selama ini bertahun-tahun di provinsi kita ini, sudah jadi kebiasaan dan rutinitas seperti itu. Oleh karena itu, harus ada program prioritas yang dapat dirasakan oleh masyarakat,”ucapnya.

Selain pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, infrastruktur maka SKPD harus membuat kegiatan monumental di Papua.

“Contohnya kita harus punya target berapa kilo meter jalan yang harus di aspal. Tahun berikutnya berapa kilo yang harus di aspal lagi,”imbuhnya.

Gubernur kembali menegaskan, agar seluruh pimpinan SKPD harus lebih inovatif dan kalau kepala OPD hanya hidup dengan program biasa, itu sudah kadaluwarsa.

“Ini bukan zamannya lagi tapi harus inovatif. Bagaimana menyiapkan program yang baik bagi masyarakat dan tidak usah banyak program. Cukup satu program mana yang mau diperjuangkan,”pungkasnya. (ing/rm)

LEAVE A REPLY