WAMENA (PT) – Ratusan masyarakat pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya yakni John-Marthin memadati Gedung Kumiarek Asso Wamena bersama Koalisi Jayawijaya Membangun untuk mengikuti kampanye perdana yang dilakukan tertutup, Senin (19/2/2018).

Pasangan John-Marthin ini berkomitmen mengubah pendidikan gratis menjadi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis di Jayawijaya.

Calon Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua mengakui bahwa visi dan misinya kedepan jika terpilih sebagai Bupati Jayawijaya adalah soal pendidikan yang selama ini setelah 10 tahun berjalan dinamakan pendidikan gratis, tapi dengan melihat kondisi maka pihaknya ingin merubahnya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis.

Sehingga, lanjut JRB sapaan akrabnya bahwa pemerintah yang akan membayarkan seluruh biaya sekolah dari masyarakat.

“Inilah yang kita akan merubah Perda dari pendidikan gratis menjadi SPP gratis dan itu menjadi prioritas kita kedepan,” ungkapnya didepan massa pendukungnya.

Jhon Banua berjanji bersama Wakil Bupati ketika terpilih akan menghimpun seluruh mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang saat ini sedang melaksakanan kuliah baik di Kota Wamena, Jayapura dan di luar Papua untuk merumuskan bagaimana mahasiswa bukan saja diberikan bantuam saat akan selesai kuliahnya melainkan akan mulai dibantu sejak masuk perkuliahan.

“Itulah yang perlu kita lihat dan membuka diri bagi mereka dan juga mendengar masukan-masukan dari mereka,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi mengakui jika terpilih nanti pihaknya akan mencoba untuk merangsang masyarakat untuk bekerja yang dimulai dari kampung-kampung kemudian merumuskan bagaimana ekonomi desa dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat dikampung untuk memberdayakan kehidupannya.

“Untuk memacu mereka mungkin yang bisa dilakukan itu dengan membuka kebun atau kolam pembudidayaan ikan dengan demikian masyarakat memiliki pekerjaan dan tidak terus membawa proposal dalam kota tetapi mereka di kampung untuk bekerja,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Sukses JhonMarthin, Pdt. Yoram Yogobi mengakui dalam kampanye tertutup ini sekaligus memberikan sosialisasi untuk melakukan pencoblosan dan menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar secara bertanggungjawab.

“Ini bukan berarti kita melepaskan tanggungjawab kepada penyelenggara tetapi bagaimana tim juga bertangungjawab untuk membangun pemahaman masyarakat. Kami tidak menghendaki jika pada saat pelaksanaan belum,” tandasnya. (tar/rm)

LEAVE A REPLY