JAYAPURA (PT) – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Papua pada bulan Januari 2019 mengalami penurunan 1,58 persen dengan indeks NTP sebesar 90,37.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji, SST, MSi dalam release bulanannya di Aula kantor BPS Papua, Jumat (1/2).

“Adanya penurunan NTP itu, disebabkan adanya perubahan indeks harga yang diterima petani (it) lebih besar dari indeks harga dibayar petani (it),” ungkapnya.

Sementara mengenai NTP Papua pada bulan Januari 2019, menurut subsektor yaitu NTP tanaman pangan 81,73, mengalami penurunan 2,68 persen dibandingkan Desember 2018.

Penurunan terjadi karena disebabkan It mengalami penurunan angka indeks sebesar 2,10 persen yang dorong oleh turunnya indeks kelompok palawija sebesar 2,42 persen.

“Ib mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,60 persen yang disebabkan oleh naiknya IKRT sebesar 0,65 persen dan BPPBM sebesar 0,25 persen,” terangnya.

Untuk NTP subsektor hortikultura bulan Januari mengalami penurunan sebesar 2,52 persen dibandingkan Desember 2018, penurunan disebab It mengalami penurunan angka indeks sebesar 1,80 persen didorong oleh turunnya indeks kelompok buah-buahan 0,29 persen dan kelompok sayur-sayuran 2,26 persen.

Ib mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,74 persen yang disebabkan oleh naiknya IKRT sebesar 0,81 persen dan BPPKM sebesar 0,24 persen.

Hal yang sama dialami NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan 0,64 persen dibandingkan Desember 2018, NTP Peternakan mengalami penurunan 0,15 persen dan NTP perikanan tidak mengalami perubahan dibandingkan Desember 2018.(ing/rm)

LEAVE A REPLY