TOLIKARA (PT) – Sebanyak 64 rumah kios yang ada di Karubaga, Ibu Kota Tolikara, dilaporkan ludes terbakar hingga rata dengan tanah, Jumat, (9/8).

 

Rumah kios yang dibangun Pemkab Tolikara sejak tahun 2015 dengan dukungan tambahan bantuan dana dari Kementrian Sosial yang saat itu diserahkan mantan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa atas musibah yang sama terbakarnya kuos dan mushola saat itu.

 

Secara rinci, tercatat sebanyak 61 rumah kios (Ruki) dan 3 Rumah Pastori Gereja GIDI Ebenaesher Karubaga hangus terbakar.

 

Tiga rumah milik hamba Tuhan pelayan Jemaat Gereja Eben Haesar itu terbakar karena berdekatan dengan rumah kios.

 

Beruntung Gereja GIDI Jemaat Eben Haeser tidak ikut terbakar, meski jaraknya 10 meter dari kobaran api.

 

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran itu berawal dari rumah kios milik Armin Kogoya, masyarakat asli Tolikara.

 

Menurut Armin, ia membeli bensin 20 liter di kios eceran untuk membelah kayu di kampung.

 

Namun, sesampai di rumah kiosnya, Armin menuang bensin itu dari jerigen milik kios penjual enceran ke jerigen miliknya karena jerigen yang diambil dari kios itu harus dikembalikan kepada pemiliknya.

 

Pada saat menuang bensin di ember yang ada di kamar mandi, tidak jauh dari dapur tempat masak. Tiba-tiba, istrinya menyalakan kompor untuk memasak.

 

Pada saat itu juga api kompor langsung menyambar ember berisi bensin itu, begitu juga bensin yang disimpan di jerigen ikut terbakar.

 

Akibatnya, Armin bersama keluarganya yang ada di rumah langsung panik, lantaran api membesar hingga meluas ke kiri–kanan bangunan ruki dengan cepat karena semua bangunan menggunakan bahn kayu dan tripleks.

 

“Saya hampir terbakar, namun campur tangan Tuhan saya selamat, sehingga saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena Tuhan telah menolong saya dari kobaran api,” katanya.

 

Saat itu, Armin Kogoya mengaku berada dalam rumah bersama sitri dan dua nenek, namun semua selamat dari kebakaran itu, tetapi barang miliknya semua ikut terbakar hanya ijazah yang ia bisa selamatkan.

 

Hasil pantauan dilapangan tidak ada Korban jiwa.

 

Namun, kerugian harta benda ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, karena saat musibah siang hari ketika orang pada aktifitas sehingga tidak sempat menyelamatkan barang, apalagi bangunan ruki rata-rata menggunakan kayu dan tripleks sehinga api menjalar dengan cepat.

 

Lindia, salah satu korban kebakaran mengatakan, pada saat kebakaran ia berada di rumah, sehingga ia kaget ketika mendengar orang teriak kebakaran sehingga ia bergegas keluar dari rumah.

 

“Saya kembali masuk rumah ambil barang penting saja. Anak saya masih ketinggalan dalam sehingga saya masuk selamatkan anak saya,” katanya.

 

Masyarakat setempat sempat berusaha memandamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya, namun tidak berhasil memadamkan api.

 

Pemda Tolikara melalui Instansi terkait BPBD Tolikara bersama Dinas Sosial saat ini sedang mendata kerugian dan telah mengungsikan warga korban musibah kebakaran ke rumah kerabat di Kota Karubaga. (Diskominfo Tolikara/rm)

LEAVE A REPLY