JAYAPURA (PT) – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, sejak satu pekan terakhir, pihaknya melakukan perbaikan beberapa pipa distribusi yang mengalami kerusakan, termasuk penyumbatan pada pipa transmisi oleh material daun dan ranting pohon.

Kerusakan dan penyumbatan pada pipa distribusi dan transmisi, kata Entis Sutisna, terjadi lantaran curah hujan yang sangat tinggi di Kota Jayapura.

“Khusus intake Entrop, ada pipa berukuran 6 inch yang mengaliri kawasan Balai Kota patah, itu kami perbaiki, kemudian pada area sumber air terjadi keruh karena banyak pohon tumbang dan longsoran bukit,“ kata Entis, Senin (7/1).

Kendati volume air banyak lantaran curah hujan yang begitu tinggi, namun belum semua pelanggan dapat teraliri dengan optimal disebabkan masih dilakukan perbaikan dan pembersihan.

Beberapa intake PDAM Jayapura mengalami gangguan, oleh karena itu pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang belum terlayani secara optimal.

Menyikapi fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadi, Entis mengaku telah menyampaikan kepada seluruh pegawai PDAM Jayapura agar rutin membersihkan saringan reservoar.

Jika sebelumnya pembersihan dilakukan dua kali seminggu, dengan kondisi seperti ini pihaknya menginstruksikan melakukan pengecekan setiap hari.

“Karena material ini sangat riskan jika sudah masuk ke pipa sumber air, jelas akan menutup pasokan air, jika ini dibiarkan dapat menyulitkan air masuk. Jadi yang kami lakukan adalah memperbanyak volume pengecekan terhadap intake dan saringan yang ada di reservoar,“ ucap Entis.

Dikatakan, pelanggan sebanyak 33.000 di wilayah kerja PDAM Jayapura yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, sementara di Sentani sumber airnya tidak ada masalah.

“Jadi, yang terdampak 29.500 pelanggan, tapi tidak semuanya karena ada beberapa intake yang tidak mengalami gangguan,“ jelasnya.

Ditambahkan, yang terdampak cukup parah pelanggan di Jayapura Utara, karena terkendala oleh pendistribusian air dari Kojabu belum mengalir, lalu di Angkasapura dimana intake mengalami penyumbatan oleh kotoran.

“Ada sekitar 7.800 pelanggan dari 4 intake yang gangguan,“ pungkasnya.(ria/rm)

LEAVE A REPLY