JAYAPURA (PT) – Kepala Cabang Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Jayapura, Rusmal Jaya menjelaskan, kejadian terlambatnya pengiriman barang pada Desember 2018 sampai Januari 2019 disebabkan beberapa faktor.

JNE, kata Rusmal, telah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) beberapa waktu lalu dan telah disampaikan bahwa akan terjadi keterlambatan pengiriman barang terlebih untuk wilayah Indonesia Timur.

“Keterlambatan disebabkan space untuk cargo dibatasi. Jadi, barang susah untuk berangkat menggunakan cargo udara, alternatifnya melalui jalur laut, lantaran jalur udara sedang masa peak season pada periode natal dan tahun baru,“ jelas Rusmal, Kamis (10/1).

Dikatakan, agar tetap menggunakan jalur udara untuk pengiriman barang ke Papua, pihaknya mengecek space yang kosong pada pesawat yang akan terbang ke Jayapura.

“Misalnya, jika space cargo di Makassar kosong, maka kami segera isi untuk dikirim ke Jayapura, begitupun di daerah lainnya seperti di Surabaya. Intinya begitu ada space kosong, kami masuk di situ,“ ujarnya.

Selain tidak ada space yang kosong, Rusmal mengaku keterlambatan pengiriman barang konsumen juga disebabkan tarif cargo dari maskapai naik hampir 100 persen, sehingga pihaknya melakukan penyesuaian tarif untuk pengguna jasa JNE.

Bahkan, kata Rusmal, selama Desember 2018, tarif pengiriman barang melalui cargo udara dua kali mengalami kenaikan.

“Januari ini saja sudah naik, tapi kami evaluasi dulu, sehingga masih pakai tarif 2018,“ ucap Rusmal.

Supervisor Sales Marketing JNE Jayapura, Faradillah mengatakan, tingginya trafik pengiriman barang dari dan keluar Jayapura menjelang akhir tahun 2018 diluar prediksi pihaknya.

Berdasarkan tahun sebelumnya, trafik pengiriman barang tidak terlalu tinggi, bahkan tahun 2017 hanya sekitar 1000-1500 resi, oleh sebab itu, pihaknya memprediksi pengiriman barang pada tahun 2018 hanya sekitar 2000–2500 resi.

“Ini diluar perkiraan kami, trafiknya naik dua kali lipat dari perkiraan mencapai 5000 resi belum bisa terkirim semua disebabkan space cargo dibatasi, apalagi tarif cargo naik,“ kata Faradillah.

Keterlambatan pengiriman kargo ini, sempat dikeluhkan pelanggan JNE. Bahkan, hampir setiap hari, Kantor JNE yang ada di Padang Bulan, Waena itu, selalu ramai oleh pelanggan yang akan mengambil barang kiriman. (ria/rm)

LEAVE A REPLY